Selasa, 20 Desember 2011

PENDIDIKAN KEPENDUDUKAN DAN LINGKUNGAN HIDUP (PKLH)


BAB I
PENDAHULUAN

Masalah lingkungan adalah persoalan yang timbul sebagai akibat dari berbagai gejala alam. Dalam arti ini masalah lingkungan adalah sesuatu yang melekat pada lingkungan itu sendiri, dan sudah ada sejak alam semesta ini, khususnya bumi dan segala isinya diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Masalah kependudukan dan masalah lingkungan hidup merupakan masalah yang cukup mendapat perhatian dunia. Masalah kependudukan mendapat perhatian karena dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kehidupan manusia itu sendiri beserta lingkungannya. Kelestarian lingkungan hidup yang menyangkut kawasan laut, darat dan udara dipantau terus karena pada akhir-akhir ini menunjukkan gejala kemerosotan makin meningkat dari tahun ke tahun.
Beberapa langkah telah dilakukan untuk mengatasi masalah kependudukan tersebut, diantaranya program keluarga berencana dan pendidikan kependudukan.



BAB II
PEMBAHASAN
PENDIDIKAN KEPENDUDUKAN
DAN LINGKUNGAN HIDUP (PKLH)

A.    Latar Belakang Perlunya PKLH
Masalah kependudukan dan masalah lingkungan hidup merupakan masalah yang cukup mendapat perhatian dunia. Masalah kependudukan mendapat perhatian karena dikhawatirkan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kehidupan manusia itu sendiri beserta lingkungannya. Kelestarian lingkungan hidup yang menyangkut kawasan laut, darat dan udara dipantau terus karena pada akhir-akhir ini menunjukkan gejala kemerosotan makin meningkat dari tahun ke tahun.
Salah satu pertemuan di Pounex, Swiss, menyimpulkan bahwa masalah lingkungan tidak saja disebabkan oleh kemajuan melainkan juga oleh keterbelakangan dan kemiskinan. Masalah lingkungan yang akhir ini misalnya penyakit menular yang disebabkan oleh lingkungan yang kotor dan erosi yang disebabkan karena kerusakan hutan. Sementara di negara maju kerusakan lingkungan disebabkan oleh kurang atau tidaknya adanya pembangunan. Oleh karena itu, tanpa pembangunan masalah lingkungan justru akan menjadi makin parah.
Indonesia adalah salah satu negara yang tidak luput dari masalah kependudukan. Pertambahan penduduk yang cepat, penyebaran penduduk yang tidak merata dan kualitas penduduk yang rendah merupakan ciri-ciri masalah kependudukan di Indonesia. Pertumbuhan penduduk yang cepat (lebih dari 2%), akan mengakibatkan terjadinya struktur penduduk muda, sehingga akan ketergantungan tinggi. Keadaan yang demikian akan menjadi beban dalam pembangunan yang telah tercapai sebagian hanya digunakan untuk konsumsi penduduk yang tidak produktif.
Penyebaran penduduk yang tidak merata akan mengakibatkan pemanfaatan sumber daya manusia tidak atau kurang efektif. Di luar Jawa banyak sumber daya alam yang belum atau kurang dimanfaatkan karena kekurangan tenaga kerja, sementara di Jawa banyak pengangguran karena terbatasnya lapangan kerja, kualitas penduduk yang rendah, yang ditandai dengan tingkat pendidikan, tingkat kesehatan, dan pendapatan perkapita, akan merupakan hambatan pula upaya memperhambat laju pembangunan.
Beberapa langkah telah dilakukan untuk mengatasi masalah kependudukan tersebut, diantaranya program keluarga berencana yang telah dimulai sejak tahun 1970 dan pendidikan kependudukan yang dimulai sejak tahun 1976. Diharapkan dengan kedua usaha tersebut laju pertumbuhan pendudukan yang dapat ditingkatkan.
Kadar perlunya PKLH juga tersirat dalam Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Seperti diketahui, untuk mewujudkan masyarakat adil dan makmur berdasarkan Pancasila yang membahagiakan seluruh bangsa Indonesia, negara kita melaksanakan pembangunan di segala bidang dengan menggunakan pedoman yang ditujukan oleh Undang-Undang Dasar 1945 dan Garis-Garis Besar Haluan Negara.
Dalam GBHN itu disebutkan bahwa pembangunan nasional jangka panjang di bidang ekonomi diarahkan antara lain kepada usaha untuk pengaturan serta menyebarkan penduduk yang lebih wajar dengan memindahkan penduduk ke luar Jawa dan Bali.

B.     Tujuan PKLH
Pendidikan kependudukan dan lingkungan hidup berasal dari dua konsep dasar pendidikan, yaitu pendidikan kependudukan dan pendidikan kelestarian lingkungan hidup. Pendidikan kependudukan mempunyai tujuan utama dalam upaya perubahan sikap serta perilaku, reproduksi dan penyebaran penduduk secara rasional dan bertanggung jawab. Adapun tujuan lain yaitu : agar masyarakat/anak didik dapat mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan pertumbuhan penduduk secara cepat serta segala akibatnya maupun dapat menghubungkan antara pertumbuhan penduduk tersebut dengan program pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah dalam usaha mencapai kesejahteraan masyarakat. Maka diharapkan mereka dapat menyesuaikan hal itu dalam kehidupan keluarga masyarakat bangsa dan manusia pada umumnya. Sedangkan pendidikan lingkungan hidup mempunyai tujuan utama pada upaya perubahan sikap serta perilaku dalam mengelola sumber daya alam secara rasional dan bertanggung jawab.

Meskipun tujuan kedua konsep dasar itu berbeda, dikaji lebih mendalam keduanya memiliki beberapa kesamaan, yaitu sama-sama memiliki dua objek kajian yang berupa dinamika penduduk dan perilaku integrasi manusia terhadap lingkungannya, keduanya sama-sama menunjang terbinanya kualitas penduduk yang lebih baik.
Atas dasar kesamaan tersebut, pada tahun 1984 pendidikan kependudukan dan pendidikan lingkungan hidup yang semula terpisah digabungkan menjadi satu nama yaitu “pendidikan kependudukan dan lingkungan hidup” yang batasannya sebagai berikut :
“Suatu program pendidikan untuk membina anak/peserta didik agar memiliki pengertian, kesadaran, sikap dan perilaku yang rasional dan bertanggung jawab tentang pengaruh timbal balik antara penduduk dengan lingkungan hidup dalam berbagai aspek kehidupan manusia”.
Berdasarkan batasan diatas, dapat disusun tujuan PKLH yang lebih terperinci sebagai berikut :
  1. Mengembangkan pengetahuan tentang konsep kependudukan dan lingkungan hidup.
  2. Mengembangkan kesadaran terhadap adanya masalah kependudukan dan lingkungan hidup.
  3. Menumbuhkan kesadaran akan perlunya mengatasi masalah kependudukan dan lingkungan hidup.
  4. Mengembangkan pengetahuan tentang adanya hubungan timbal balik antara penduduk dengan lingkungan hidup.
  5. Mengembangkan sikap positif terhadap pembentukan lingkungan hidup yang serasi yang menjamin kelangsungan hidup manusia.
  6. Mengembangkan keterampilan untuk membina keluarga dan kelestarian lingkungan hidup.
  7. Mengembangkan partisipasi aktif dalam usaha meningkatkan kualitas penduduk dan kelestarian lingkungan hidup.

Dari tujuan-tujuan tersebut dapat disimpulkan bahwa tujuan akhir dari PKLH adalah membentuk warga negara yang berwawasan kependudukan dan lingkungan hidup, yaitu warga negara yang dalam segala perilakunya berpandangan ke depan terhadap masalah kependudukan dan lingkungan hidup, menuju masyarakat yang serasi, dan seimbang dalam hubungannya dengan lingkungan hidupnya.

C.    Objek PKLH
Berpijak pada tujuan-tujuan tersebut di atas, objek yang menjadi medan studi PKLH selalu berkaitan dengan masalah kependudukan dan kelestarian lingkungan hidup.
Dalam seminar segi-segi hukum dari pengelolaan Lingkungan Hidup yang diselenggarakan di Bandung pada tanggal 25 – 27 Maret 1976, telah diidentifikasi masalah pokok di bidang lingkungan hidup, masalah itu meliputi :
  1. Masalah kependudukan dengan segala parameternya, termasuk :
-          besarnya jumlah penduduk,
-          komposisi umur muda,
-          tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi,
-          distribusi penduduk yang tidak merata,
-          kondisi sosial ekonomi yang rendah.

  1. Masalah pencemaran lingkungan.
  2. Masalah ekonomi dalam hubungannya dengan konsep pertumbuhan dan biaya-biaya sosial.
  3. Masalah institusional : kerjasama baik langsung atau tidak langsung yang dapat mengakibatkan memburuk atau membaiknya kualitas lingkungan.
  4. Masalah persepsi manusia terhadap kualitas lingkungan hidupnya (Suharyono, 1988 : 5)

Sedangkan dalam Seminar Pelaksanaan Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup sebagai Salah Satu Upaya Mempersiapkan Peningkatan Kualitas Hidup Yang Berwawasan Lingkungan yang diselenggarakan di IKIP Semarang pada tanggal 23 Maret 1988, ada diungkapkan bahwa program Pendidikan Lingkungan Hidup dapat mencakup berbagai disiplin, beberapa di antaranya meliputi :




1.      Ekosistem
Ini mencakup struktur dan cara berfungsinya ekosistem, pengaruh manusia terhadap ekosistem serta bagaimana manusia mampu mengubah sistem di bumi.

2.      Populasi
Di dalamnya mengatur populasi, pengelompokkan umur, sebab-sebab meningkatnya jumlah penduduk, pengaruh populasi terhadap lingkungan, perpindahannya, pemakaian sumber daya oleh populasi yang makin meningkat, gaya hidup populasi, tingkat kelahiran/kematian, dan kesehatan populasim terkait di sini kebijaksanaan kependudukan serta implikasi sosial, ekologi, politik.

3.      Ekonomi dan Teknologi
Sistem perekonomian membentuk pengaturan sosial untuk memproduksi dan mendistribusikan barang maupun jasa yang dikehendaki oleh individu maupun masyarakat.

4.      Keputusan yang berkaitan dengan Lingkungan
Dalam proses pembuatan keputusan yang berkaitan dengan lingkungan perlu dipertimbangkan aspek ekonomi, sosial, teknologi, serta kemungkinan alternatif pemecahan, kebijaksanaan dan tindakan dalam masalah tersebut.

5.      Etika Lingkungan
Manusia merupakan salah satu makhluk yang menghuni bumi ini, sebagai makhluk manusia memiliki beberapa kelebihan dari makhluk yang lain. Dengan akal budinya, manusia dapat mengeksploitasi bumi beserta alam lingkungan secara maksimal. Namun apabila mengeksploitasi bumi beserta alam lingkungan secara maksimal. Namun eksploitasi itu tidak didasari oleh rasa cinta dan rasa “menghormati” terhadap bumi dan segala kehidupan yang ada, planet ini mungkin sekali akan menjadi sulit untuk mendukung populasi manusia meski dalam jumlah yang kecil sekali pun.
Jadi etika lingkungan adalah rasa menghargai/menghormati lingkungan yang berawal dari rasa cinta terhadap lingkungan dan kesadaran akan peranan keseimbangan dalam lingkungan hidup. Oleh sebab itu, tingginya kadar etika lingkungan dapat menunjang timbulnya perilaku yang positif terhadap keseimbangan lingkungan hidup.
Lingkungan hidup bukan hanya mengenai masalah manusia, tetapi juga berkaitan dengan masalah yang lain. Sumber daya alam seperti udara, air, tumbuh-tumbuhan, hewan, tanah, bahan-bahan dari bumi, sumber-sumber energi (matahari, bahan-bahan fosil, tenaga air, tenaga atom, dan sebagainya) dapat termasuk bahan kajian lingkungan hidup. Manusia, sebagai sumber daya dan pemeran dalam perekayasaan untuk memenuhi kebutuhannya, dapat mempengaruhi keadaan lingkungan hidup. Oleh sebab itu, mutu lingkungan (seperti populasi penduduk, perencanaan kota dan regional) dan pemantauan lingkungan seperti pengendalian kebisingan (noice controls), pengendalian terhadap air permukaan, air tanah, air limbah serta kualitas udara, dapat saja dipertimbangkan sebagai bahan masukan PKLH.
Berdasarkan uraian di atas, secara garis besar dapat dikatakan bahwa bahan kajian PKLH berkaitan dengan :
1.      masalah kependudukan dengan segala parameternya,
2.      masalah pencemaran lingkungan,
3.      masalah persepsi manusia terhadap kualitas lingkungan yang pada gilirannya dapat berbicara mengenai masalah pemantauan lingkungan, keputusan-keputusan administrasi mengenai standar mutu air, udara dan undang-undang pelestarian lingkungan.
4.      masalah implikasi sosial dalam kaitannya dengan pelestarian lingkungan hidup (perencanaan kota dan regional, tempat rekreasi).
5.      masalah etika lingkungan yang menunjang tumbuh dan berkembangnya sikap serta perilaku positif terhadap lingkungan hidup.

D.    Pertumbuhan Penduduk dan Keselarasan Lingkungan Hidup
1.      Masalah Lingkungan
Masalah lingkungan adalah persoalan yang timbul sebagai akibat dari berbagai gejala alam. Dalam arti ini masalah lingkungan adalah sesuatu yang melekat pada lingkungan itu sendiri, dan sudah ada sejak alam semesta ini, khususnya bumi dan segala isinya diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Namun, tidak semua masalah lingkungan itu disebabkan oleh ulah manusia, malah sebagian besar terjadi di luar campur tangan manusia. Contohnya, gempa bumi, pencairan es di kutub-kutub yang menyebabkan naiknya permukaan laut, meteor yang jatuh dari langit dan sebagainya adalah gejala-gejala alam yang terjadi di luar kehendak dan kendali manusia. Campur tangan manusia dalam masalah lingkungan hanya sedikit dan itupun baru terasa akhir-akhir ini saja ketika jumlah manusia di dunia sudah demikian banyaknya. Manusia-manusia yang banyak itu sudah menguasai berbagai ilmu pengetahuan dan teknologi yang mampu mempengaruhi alam secara besar-besaran.
Masalah lingkungan ini menjadi semakin serius karena dalam memanfaatkan lingkungan alam untuk kepentingannya sendiri, manusia yang bertambah canggih kemampuannya itu, bertambah pula jumlah pemanfaatannya sehingga kurang memperhatikan kepentingan alam itu sendiri. Kecemasan ini makin lama makin besar karena akhirnya manusia sendirilah yang akan menanggung akibatnya sendiri.

2.      Pengertian Lingkungan
Yang dimaksud dengan lingkungan adalah segala sesuatu yang ada di sekitar tempat hidup atau tempat tinggal kita. Ilmu yang khusus mempelajari tentang masalah tempat tinggal disebut ekologi. Ekologi berasal dari kata Yunani “Oikos” yang berarti rumah atau tempat hidup. Jadi, ekologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan antara makhluk hidup dengan lingkungannya.
Kalau diperhatikan, suatu lingkungan hidup, ada dua hal yang tampak mengisi lingkungan hidup itu :
1)      Berbagai macam makhluk hidup
2)      Benda atau keadaan yang tidak dapat digolongkan ke dalam makhluk hidup.

Makhluk hidup dengan lingkungannya itu satu sama lain mempunyai hubungan yang sangat erat, saling mempengaruhi sehingga merupakan satu kesatuan fungsionil yang disebut dengan Ekosistem.

3.      Keselarasan Lingkungan
Dalam setiap lingkungan hidup antara komponen yang satu dengan lainnya terikat adanya saling ketergantungan. Hukum saling ketergantungan berlaku pada setiap lingkungan hidup. Ketergantungan antar jenis, ketergantungan antar populasi, dan ketergantungan antar komponen biotik dengan komponen abiotik. Saling ketergantungan yang paling nyata tampak pada masalah-masalah makanan.
Dalam soal makanan antar sesama makhluk hidup, yaitu antara produsen dan para konsumen terbentuklah rantai yang menggambarkan tingkat makanan-makanan. Deretan hubungan makan-makanan diantara sesama makhluk hidup disebut Rantai Makanan.
Dalam setiap lingkungan terdapat tingkat makanan. Tingkat pertama adalah makhluk yang dapat mempergunakan zat abiotik yang berdaun hijau, makhluk yang mampu mengubah ini disebut porses Fotosintesa. Makhluk-makhluk lain yang tidak mampu mengubah zat organik disebut konsumen.
Pada konsumen ini dapat kita golongkan menjadi :
1)      Konsumen tingkat pertama, adalah hewan pemakan tumbuhan, misalnya kambing, sapi, kelinci dan sebagainya.
2)      Konsumen tingkat kedua, ialah hewan yang sumber makanannya, baik berupa tumbuhan maupun hewan lain. Contohnya manusia dan sebagainya.
3)      Konsumen tingkat ketiga, ialah hewan yang sumber makanannya berupa daging, jadi hewan pemakan hewan lainnya.

4.      Peranan manusia dalam Lingkungan Hidup
Manusia merupakan salah satu komponen biotik di dalam suatu lingkungan hidup. Manusia mempunyai kelebihan dari makhluk lain, ialah akal budi. Dengan kelebihan inilah manusia mempunyai kedudukan yang istimewa dalam suatu lingkungan hidup. Dengan akal dan pikirannya, manusia banyak bertindak sehingga kepentingan manusia lebih diutamakan dan dimanfaatkan sesuai dengan kebutuhannya.
Seringkali manusia dalam memanfaatkan lingkungan hidup mengabaikan terjaminnya keseimbangan alam, sebagai contoh bahwa manusia membunuh makhluk-makhluk lain yang menjadi saingannya dalam memperoleh pangan. Kalau manusia memerlukan padi sebagai bahan makanan maka diberantaslah belalang, ulat, tikus, dan hama-hama lain yang suka kepala padi.

Makhluk-makhluk lain dikendalikan dalam berkembang biak agar tidak banyak mengganggu kepentingan manusia. Hewan-hewan yang menjadi musuh langsung bagi manusia, dibinasakan. Tumbuhan yang mengganggu usaha pertanian manusia diberantas dengan berbagai cara dengan menggunakan herbisida, fungisida, dan sebagainya. Makhluk-makhluk kecil lainnya tidak pula terlepas dari ancaman manusia bila makhluk-makhluk itu mengganggu manusia lainnya, misalnya kuman, nyamuk, kepiting, cacing dan lainnya..

5.      Pertumbuhan penduduk dan sumber alam
Kebutuhan manusia tampak terus meningkat karena adanya pertumbuhan penduduk yang pesat. Maka manusia mempergunakan sumber alam yang ada pada alam lingkungan hidupnya untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Yang dimaksud dengan sumber alam ialah : semua kekayaan alam, baik yang berupa makhluk hidup, maupun benda-benda mati yang dimiliki oleh suatu tempat yang dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.
Sumber alam dapat dibagi menjadi 2 golongan :
1)      Sumber alam biotik, yang termasuk sumber alam biotik ialah semua jenis tumbuhan dan hewan. Sumber alam dapat diperbaharui. Baik pada hewan maupun pada tumbuh-tumbuhan dapat diperbaharui sehingga kelangsungan hidupnya dapat dipertahankan.
Yang sangat penting bagi manusia adalah tidak hanya akan menggunakan sumber alam itu, tetapi diharapkan juga usaha untuk memperbaharuinya. Dengan demikian kita tidak akan kehabisan sumber alam tadi, bahkan kalau mungkin jumlah sumber alam tersebut akan lebih dapat ditingkatkan lagi.

2)      Sumber alam abiotik. Yang dapat digolongankan dalam sumber alam abiotik adalah tanah, air, udara dan mineral dalam tanah. Ciri khas dari sumber alam abiotik adalah tidak dapat diperbaharui, jumlahnya sudah tertentu.
Sebagai contoh : tumbuh-tumbuhan di atas tanah, tumbuh-tumbuhan tergantung kepada makanan yang tersedia di tempat itu. Makin subur tumbuhan itu, makin jelas bahwa tanah di situ memberikan makanan yang cukup kepada tumbuhan. Tumbuhan tergantung kepada tanah tempat tumbuhnya.
Lain halnya dengan sumber alam abiotik, yang tidak dapat diperbaharui dirinya. Bila sumber minyak, batu bara, logam dan bahan-bahan galiannya telah habis dipergunakan oleh manusia, maka habislah bahan-bahan tambang tersebut.
Jadi, dalam memanfaatkan kedua sumber alam ini tergantung pada kebijaksanaan manusia. Sumber alam biotik dapat dipergunakan secara terus-menerus jika dapat mengusahakan agar sumber tersebut tidak musnah, sebab sekali suatu jenis makhluk hidup tersebut musnah, niscaya tidak dapat diharapkan akan muncul kembali.
Begitu pula dalam mempergunakan sumber alam abiotik, seyogyanya manusia mempergunakannya secara bijaksana dan diusahakan sehemat mungkin, jangan sampai ada pemborosan dalam penggunaannya.

6.      Pemanfaatan Sumber-Sumber Alam
1)      Tanah
Perkembangan penggunaan tanah untuk pertanian dimulai sejak cara yang paling sederhana hingga mekanisme pertanian modern, berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi pertanian.
Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi itu telah memungkinkan tanah memberikan hasil yang berlipat ganda, yaitu peningkatan produksi panen yang berasal dari tanah. Hal itu dapat terjadi berkat pengolahannya yang semakin maju., seperti penggunaan pupuk, irigasi, mekanisme alat-alat pertanian, bibit unggul, serta obat-obatan pembasmi hama seperti insektisida, fungisida, herbisida, dan sebagainya.

2)      Air
Air merupakan kebutuhan pokok manusia, sejak penggunaan yang paling kecil seperti minum, masak, mencuci, mandi dan sebagainya sampai dengan pemanfaatan air untuk pertanian, pembangunan waduk untuk pengairan dan pembangkit listrik. Waduk juga bermanfaat untuk pengendalian serta pencegah banjir, proyek perikanan, tempat rekreasi dan sebagainya.
Air laut yang asin juga dimanfaatkan manusia untuk berlayar dan transportasi antar pulau atau antar benua. Selain itu juga air laut dapat dibuat garam, tempat mencari ikan guna memenuhi kebutuhan hidup manusia.
Karena air merupakan kebutuhan yang amat pokok bagi manusia, maka Tuhan Yang Maha Esa menyediakan air dimana-mana. Hampir 4/5 permukaan bumi terisi air.

3)      Hutan
Hutan berperan sebagai pelindung banjir, longsor dan sebagainya. Juga darinya dapat diperoleh bermacam hasil hutan untuk keperluan kehidupan, seperti : rotan untuk alat-alat rumah tangga, kayu untuk pembuatan kertas, bahan pendirian rumah dan alat-alat rumah tangga. Selain itu hutan untuk perlindungan hewan-hewan. Dan banyak lagi keperluan hutan yang dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk kesejahteraannya.

4)      Perkembangan
Di dalam bumi tersimpan berbagai macam tambang. Bahan-bahan tambang ini sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia. Di antara bahan-bahan tambang itu ialah batu bara, minyak bumi, timah, tembaga, emas dan sebagainya.
a.       Minyak bumi
Minyak bumi bukan saja apa yang dikenal di pedesaan “minyak tanah” untuk mengisi kompor atau lampu melainkan dapat juga memenuhi berbagai kebutuhan manusia. Dari minyak bumi itu bisa dihasilkan bensin untuk bahan bakar kendaraan bermotor, bahan-bahan pelumas, minyak solar untuk mesin-mesin disel, dan mesin-mesin pembangkit listrik, bahan plastik, aspal, pembasmi hama dan sebagainya.
Pada tahun-tahun terakhir industri minyak telah menemukan proses baru, untuk mengambil dan mempergunakan bahan-bahan kimia, dari minyak mentah melalui proses penyulingan. Industri kimia itu disebut petrokimia yang bahan bakunya berasal dari minyak bumi dan gas alam. Dari industri kimia ini telah dihasilkan pupuk buatan, pembasmi hama yang disebut insektisida, herbisida dan lain-lain.
b.      Batu bara
Seperti halnya minyak bumi, para ahli juga telah dapat menemukan manfaat yang besar dari bahan tambang “batu bara”. Batu bara di samping sebagai bahan bakar untuk lokomotif uap, juga menghasilkan gas bagi keperluan penerangan.
Dari batu bara dapat dihasilkan juga cookes untuk industri besi baja, plastik, nylon, obat-obatan, warna-warna bunga pada pakaian wanita, kosmetika, bahan pendingin pada lemari es, bahan peledak, bahan campuran kaca mobil dan sebagainya.

c.       Tambang-tambang lainnya
Hasil tambang berupa besi, mangan, chrom, nikel, timah, tembaga, alumunium, emas, perak, platina dan bahan-bahan tambang lainnya, dihasilkan dari dalam tanah. Manusia dengan  akal budinya telah berhasil memisahkan tanah hitam dalam bumi menjadi bentuk-bentuk produksi seperti di atas sehingga amat bermanfaat bagi kebutuhan hidup manusia.

7.      Pertumbuhan penduduk dan terjadinya polusi
Polusi atau pencemaran adalah suatu keadaan di mana kondisi suatu habitat (tempat dimana makhluk hidup itu berada) tidak murni lagi, karena pengaruh terhadap habitat itu.
Pencemaran lingkungan disebabkan oleh berbagai hal, terutama disebabkan laju pertumbuhan penduduk yang sangat pesat. Makin cepat pertumbuhan penduduk, makin cepat pula lingkungan hidup dikotori.
Pencemaran-pencemaran lingkungan itu sebagai berikut :
1)      Pencemaran tanah
Pencemaran tanah disebabkan berbagai hal, seperti sampah-sampah plastik, kaleng-kaleng, rongsokan kendaraan yang sudah tua. Plastik tidak dapat hancur oleh proses pelapukan dan besi-besi tua menimbulkan karat, sehingga tanah tidak bisa ditumbuhi tumbuh-tumbuhan.
Pemakaian pupuk yang terlalu banyak, tidak menurut aturan yang telah ditentukan, menyebabkan pula polusi tanah. Tanah pertanian menjadi kering dan keras, karena jumlah garam yang sangat besar akan menyerap air tanah.
Guna mencegah atau mengurangi polusi tanah, maka pemakaian pupuk di daerah pertanian hendaklah menurut aturan yang sudah ditentukan. Sampah-sampah harus dibuang di tempat sampah atau dibuang di tempat pembuangan, tempat sampah perlu diatur dan disediakan secukupnya.

2)      Pencemaran udara
Pencemaran udara disebabkan oleh asap yang keluar dari pabrik-pabrik dan kendaraan bermotor.
Makin besar jumlah penduduk, makin berkembanglah ilmu pengetahuan, sehingga banyak didirikan pabrik-pabrik dan diproduksi mesin-mesin serta kendaraan bermotor untuk mencukupi kebutuhan hidup penduduk.
Polusi udara mengganggu pernafasan dan dapat menimbulkan penyakit pada alat-alat pernafasan, asma, bronchitis, dan sebagainya.
Hal itu disebabkan banyak gas-gas yang membahayakan kesehatan seperti gas karbin monoksida dan partikel-partikel halus dan timah hitam.
Polusi udara juga sangat membahayakan lalu lintas baik di darat, laut maupun udara. Untuk menjaga terjadinya polusi udara, alangkah baiknya jika dapat diusahakan alat-alat untuk mencegah atau mengurangi keluarnya asap-asap dari pabrik atau kendaraan bermotor.

3)      Pencemaran air
Sebagaimana telah diuraikan di atas bahwa manusia amat membutuhkan air, meskipun permukaan bumi ini penuh dengan air, namun sering menjadi masalah dalam memperoleh air bersih. Hal ini telah dirasakan setelah meledaknya jumlah penduduk yang mendiami bumi.
Air bukan saja dibutuhkan oleh manusia, melainkan juga oleh semua makhluk hidup. Karena itu perlu kesadaran manusia untuk memelihara air jangan sampai kotor, lebih-lebih jika dapat mengganggu kesehatan.
Polusi air dapat terjadi karena penggunaan zat-zat kimia yang berlebih-lebihan, seperti penggunaan DDT, endrin yang melebihi dosis yang telah ditentukan.
Pencemaran air dapat juga disebabkan oleh air yang mengandung sampai kimia dari pabrik-pabrik, sebagai bahan pencuci yang dibuang ke sungai-sungai.
Untuk mencegah polusi air, maka penggunaan obat-obatan dan bahan kimia hendaklah menurut aturan atau petunjuk-petunjuk yang telah ditentukan. Juga pembuangan sampah dari pabrik-pabrik, kendaraan bermotor, kapal terbang dan sebagainya.
Suara yang terlalu bising mengganggu ketenangan, dapat menimbulkan gangguan jasmaniah dan rohaniah, misalnya gangguan jantung, kelenjar-kelenjar pernapasan, gangguan syaraf, perasaan gelisah dan sebagainya.
Untuk mencegah polusi suara, hendaknya kita menyadari bersama, agar dalam memakai kendaraan mengurangi suaranya. Dalam hal ini juga Pemerintah telah mengatur bagi orang yang mendirikan industri agar meminta izin. Ini dimaksudkan supaya penetapan industri itu dapat diatur begitu rupa, sehingga tidak menimbulkan polusi suara pada penduduk sekitarnya.



BAB III
KESIMPULAN

Beberapa langkah telah dilakukan untuk mengatasi masalah kependudukan, diantaranya program keluarga berencana dan pendidikan kependudukan. Diharapkan dengan adanya kedua usaha tersebut laju pertumbuhan penduduk dapat ditingkatkan.
Tujuan akhir dari PKLH adalah membentuk warga negara yang berwawasan kependudukan dan lingkungan hidup, yaitu warga negara yang dalam segala perilakunya berpandangan ke depan terhadap masalah kependudukan dan lingkungan hidup, menuju masyarakat yang serasi dan seimbang dalam hubungannya dengan lingkungan hidup.
Adapun objek PKLH yaitu :
1.      masalah kependudukan dengan segala parameternya,
2.      masalah pencemaran lingkungan,
3.      masalah persepsi manusia terhadap kualitas lingkungannya
4.      masalah implikasi sosial dalam kaitannya dengan pelestarian lingkungan hidup.
5.      masalah etika lingkungan.
Adapun tujuan diadakannya pendidikan kependudukan yaitu, agar masyarakat/anak didik dapat mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan pertumbuhan penduduk secara cepat serta segala akibatnya maupun dapat menghubungkan antara pertumbuhan penduduk tersebut dengan program pembangunan yang dilaksanakan oleh pemerintah dalam usaha mencapai kesejahteraan masyarakat. Sedangkan pendidikan lingkungan hidup mempunyai tujuan utama pada upaya perubahan sikap serta perilaku dalam mengelola sumber daya alam secara rasional dan bertanggung jawab.


DAFTAR PUSTAKA

-          Ahmad, Abu. 2002. Ilmu Sosial Dasar. Jakarta : Rineka Cipta.

-          Prasetya, Tri Joko. 1998. Ilmu Budaya Dasar. Jakarta : PT. Rineka Cipta.








1 komentar:

  1. mksih tas infony..
    pend2k, lingkgan, alam
    tak dpt disahkan stu sma lain..
    merka sling membthkan sma lain wlupun ada dmpkny nanti..

    BalasHapus