Selasa, 20 Desember 2011

HUBUNGAN MANUSIA, SAIN DAN TEKNOLOGI


BAB I
PENDAHULUAN

            Manusia ini pada umumnya sangat membutuhkan teknologi dan ilmu pengetahuan. Namun setelah teknologi menempuh perkembangan amat pesat masa lalu hingga menyilaukan mata manusia, kini benar-benar orang mulai mempersoalkan akibat-akibat yang di bawa teknologi pada peradaban manusia sebagai keseluruhan, baik benturan teknologi terhadap nilai-nilai kemanusian, akibat-akibat fisik maupun benturannya terhadap tata lingkungan sebagai keseluruhan.
            Sains, member penekanan kepada sumbangan pemikiran manusia dalam menguasai ilmu pengetahuan itu, dan ini terdapat dalam seluruh alam semesta. Proses mencari kebenaran serta mencari jawaban kepada persoalan-persoalan secara sistematik yang dinamakan pendekatan saintifif dan ia menjadi landasan perkembangan teknologi yang menjadi salah satu unsure terpenting peradaban manusia.
            Teknologi merupakan aplikasi dari sain sebagai respons atas tuntutan manusia akan kehidupan yang lebih baik. Teknologi adalah suatu cara untuk teknik memproduksi atau memproses membuat sesuatu yang lebih mengembangkan keterampilan manusia.












BAB II
HUBUNGAN MANUSIA, SAINS DAN TEKNOLOGI

A.    Pengertian
1.      Sains
Sains berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam semesta secara sistematis, dan bukan hanya kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan.
Menurut Medawar (1984) Sains (dari istilah Inggris Science) berasal dari kata: sienz, ciens, sience, syence, scynce, scyense, scyens, scienc, sciens, scians.
Kata dasar yang diambil dari kata scientia yang berarti knowledge (ilmu). Tetapi, tidak semua ilmu itu boleh dianggap sains. Yang dimaksud ilmu sains adalah: Ilmu yang dapat diuji (hasil dari pengamatan sesungguhnya) kebenarannya dan dikembalikan secara bersistem dengan kaidah-kaidah tertentu berdasarkan kebenaran atau kenyataan semata sehingga pengetahuan yang dipedomani tersebut boleh dipercayai, melalui eksperimen secara teori.
Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, Sains adalah: “Ilmu yang teratur (sistematik) yang dapat diuji atau dibuktikan kebenarannya atau kenyataan semata (missal: fisika, kimia, biologi).
Pendidikan sains menekankan pada pengalaman secar langsung. Sains yang diartikan sebagai satu cabang ilmun yang mengkaji sekumpulan pernyataan atau fakta-fakta dengan cara yang sistematik dan serasi dengan hokum-hukum yang umum yang melandasi peradaban dunia modern. Sains merupakan satu proses untuk mencari dan menemui suatu kebenaran melalui pengetahuan (ilmu) dengan memahami hakikat makhluk, untuk menerangkan hokum-hukum alam.
Sains member penekanan kepada sumbangan pemikiran manusia dalam menguasai ilmu pengetahuan itu, dan ini terdapat dalam seluruh alam semesta. Proses mencari kebenaran secara mencari jawaban kepada persoalan-persoalan secara sistematik yang dinamakan  pendekatan saintifik dan ia menjadi landasan perkembangan teknologi yang menjadi salah satu unsure terpenting peradaban manusia. Sains sangat penting untuk perkembangan dan kemajuan kemanusiaan dan teknologi.
Pembagian Sains
          Berdasarkan beberapa argumentasi ilmu pengetahuan atau sains dalam arti luas dibedakan atas :
1.      Ilmu pengetahuan sosial (Social Science) atau sering disingkat IPS yang membahas hubungan antar manusia sebagai mahkluk sosial dibagi atas :
a.       Psikologi, suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari proses mental dan tingkah laku.
b.      Pendidikan, suatu perlakuan atau proses latihan yang terarah dan sistematis menuju ke suatu tujuan.
c.       Antropologi, suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari asal-usul dan perkembangan jasmani, sosial, kebudayaan serta tingkah laku manusia.
d.      Etnologi, suatu studi Antropologi dari aspek system sosio-ekonomi dan pewarisan kebudayaan terutama keaslian kebudayaan dan factor pertumbuhan perkembangan kebudayaan serta perubahannya dalam masyarakat primitive.
e.       Sejarah, suatu pencatatan peristiwa-peristiwa yang telah terjadi pada suatu bangsa, Negara atau individu.
f.       Ekonomi, suatu ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan produksi, tukar-menukar barang produksi, pengelolaan dalam ruang lingkup rumah tangga, perusahaan atau Negara.
g.      Sosiologi, suatu studi tentang tingkah laku social, terutama tentang asal-usul organisasi, institusi dan perkembangan masyarakat manusia.
Disamping ilmu pengetahuan cabang-cabang IPS yang tersebut di atas, masih terdapat puluhan cabang yang lain.
2.      Ilmu Pengetahuan Alama (IPA) atau Ilmu Alamiah (Natural Science), yang membahas tentang alam semesta dengan semua isinya dan selanjutnya terbagi atas :
a.       Fisika (Physics), suatu ilmu pengetahuan yang mempelajari benda tidak hidup atau mati dari aspek wujud dengan perubahan-perubahan yang bersifat sementara.
3.      Ilmu pengetahuan Bumi dan Antariksa yang sering disebut IPBA (Earth Science and Space), ilmu pengetahuan yang membahas tentang bumi sebagai salah satu anggota tata surya dan ruang angkasa dengan benda angkasa lainnya.
IPBA antara lain meliputi :
a.       Geologi, suatu cabang IPBA yang membahas struktur bumi. Dalam pembahasannya menggunakan dasar-dasar kimia dan fisika sehingga mempelajari struktur dan perubahan materi, baik yang terdapat di permukaan tanah maupun yang terdapat dalam perut bumi.
b.      Astronomi, suatu ilmu pengetahuan yang membahas benda-benda ruang angkasa dalam alam semesta ini, yang meliputi : bintang, matahari, planet, satelit dan lain-lainnya. Penerapan astronomi yang praktis adalah dalam navagasi, perhitungan waktu dan kalender.
c.       Geografi, suatu ilmu pengetahuan tentang muka bumi dan produk ekonomi sehubungan dengan makhluk hidup, terutama manusia. Geografi sebagai cabang ilmu pengetahuan menggabungkan informasi yang diperoleh dalam semua cabang lain, sehingga merupakan ilmu pengetahuan yang dapat dipakai manusia untuk memecahkan masalah yang dihadapi dalam rangka adaptasi dengan lingkungan.

2.      Teknologi
Teknologi merupakan aplikasi dari sains sebagai respon atas tuntutan manusia akan kehidupan yang lebih baik. Teknik secara umum diartikan sebagai perlengkapan dan metode membuat sesuatu. Teknologi adalah suatu cara untuk teknik memproduksi atau memproses membuat sesuatu yang lebih mengembangkan keterampilan manusia.
Ada beberapa fase proses teknik yang dialami dalam kehidupan manusia yakni :
a.       Fase teknik destruktif. Pada fase ini untuk memecahkan segala permasalahan dan kebutuhannya, manusia langsung mengambil dari alam, tidak ada usaha untuk mengembalikannya kea lam.
b.      Fase teknik konstruktif. Masyarakat pada fase ini telam mampu melakukan penciptaan sehingga menghasilkan kebudayaan baru yang sebelumnya tidak ada di alam. Dengan penciptaan baru ini, sedikit demi sedikit manusia manusia telah menciptakan lingkungan baru yang selalu bermodalkan alam sekitar sehingga merupakan “the second nature” atau alam kedua.
c.       Fase modern. Fase ini merupakan puncak perkembangan teknik yang telah dicapai manusia. Teknik modern ini bertitik tolak dari analisa matematis alam, sehingga manusia mampu membangun suatu peradaban baru yaitu peradaban mesin. Ciri peradaban mesin diantaranya adalah kesatuan bahasa internasional sebagai pengantar dan diciptakannya bahasa symbol yangs atu, seragam dan internasional yaitu bahasa “matematika”.

Konsep Teknologi
            Dalam kepustakaan teknologi terdapat aneka ragam pendapat yang menyatakan bahwa teknologi adalah transformasi (perubahan bentuk) dari alam, teknologi adalah realitas/kenyataan yang diperoleh dari dunia ide, teknologi dalam makna subjektif adalah keseluruhan peralatan dan prosedur yang disempurnakan, sampai pernyatan bahwa teknologi adalah segala hal dan segala hal adalah teknologi.
            Istilah teknologi berasal dari kata techne dan logia. Kata Yunani kuno techne berarti seni kerajinan. Dari techne kemudian lahirlah perkataan technikos yang berarti seseorang yang memiliki keterampilan tertentu. Dengan berkembangnya keterampilan seseorang yang menjadi semakin tetap karena menunjukkan suatu pola, langkah dan metode yang pasti, keterampilan itu lalu menjadi teknik.
            Sampai pada permulaan abad XX ini, istilah teknologi telah dipakai secara umum dan merangkum suatu rangkaian sarana, proses dan ide di samping alat-alat dan mesin-mesin. Perluasan arti itu berjalan terus sehingga sampai pertengahan abad ini muncul perumusan teknologi sebagai sarana atau aktivitas yang dengannya manusia berusaha mengubah atau menangani lingkungannya. Ini merupakan suatu pengertian yangs angat luas karena setiap sarana perlengkapan maupun cultural tergolong suatu teknologi.
            Teknologi dianggap sebagai penerapan ilmu pengetahuan, dalam pengertian bahwa penerapan itu menuju pada perbuatan atau perwujudan sesuatu. Kecenderungan ini pun mempunyai suatu akibat di mana kalau teknologi dianggap sebagai penerapana ilmu pengetahuan, dalam perwujudan tersebut maka dengan sendirinya setiap jenis teknologi/bagian ilmu pengetahuan dapat ada tanpa berpasangan dengan ilmu pengetahuan dan pengetahuan tentang teknologi perlu disertai oleh pengetahuan akan ilmu pengetahuan yang menjadi pasangannya.
Tingkatan Teknologi Berdasarkan Penerapannya Dapat dibagi sebagai berikut :
            Teknologi Tinggi (Hi – tech). Suatu jenis teknologi mtakhir yang di kembangkan dari hasil penerapan ilmu pengetahuan terbaru. Contoh : Computer, laser, bioteknologi, satelit komunikasi dan sebagainya. Ciri-ciri teknologi ini adalah padat modal, didukung rasilitas riset dan pengembangnya, biaya perawatan tinggi, keterampilan operatornya tinggi dan masyarakat penggunanya ilmiah.
            Teknologi Madya. Suatu jenis teknologi yang dapat dikembangkan dan di dukung masyarakat yang lebih sederahan dan dapat digunakan dengan biaya dan kegunaan yang paling menguntungkan. Ciri teknologi Madya adalah tidak memerlukan modal yang terlalu besar dan tidak memerlukan pengetahuan baru, karena telah bersifat rutin. Penerapan teknologi madya ini bersifat setengah padat modal dan padat karya, unsure-unsur yang mendukung industrinya biasanya dapat diperoleh di dalam negeri dan keterampilan pekerjaannya tidak terlalu tinggi.
            Teknologi Tepat Guna. Teknologi ini dicirikan dengan skala modal kecil, peralatan yang digunakan sederhana dan pelaksanaannya bersifat padat karya. Biasanya dilakukan di Negara-negara berkembang, karena dapat membantu perkembangan perdesaan, mengurangi urbanisasi dan menciptakan tradisi teknologi dari tingkat paling sederhana.

B.     Makna Sains dan Teknologi Bagi Manusia
1.      Perkembangan Teknologi
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat mendatangkan kemakmuran materi. Adanya perkembangan ilmu pengetahuan alam dan teknologi menimbulkan cabang ilmu pengetahuan baru antara lain, teknik modern, teknologi hutan, teknologi gedung (metalurgi), teknologi transportasi dan lain-lain.
Dengan menggunakan cabang-cabang ilmu pengetahuan baru tersebut, kita dapat memperoleh hasil, misalnya :
1.      Penggunaan teknik nuklir, orang dapat membuat reactor nuklir yang dapat menghasilkan zat-zat radio aktif, di mana zat ini dapat dimanfaatkan untuk maksud damai. Misalnya, untuk keperluan bidang kesehatan (sinar rontgen), di bidang pertanian untuk memperbaiki bibit, untuk mendapatkan energy tinggi.
2.      Penggunaan teknologi hutan, seperti kita ketahui, hutan mempunyai banyak fungsi kertas, industry kayu lapis/bahan bangunan, berfungsi untuk tempat penyimpanan air, objek pariwisata dan lain-lain.
Sudah menjadi sifat dari kebanyakan manusia bila telah terpenuhi satu keinginan maka akan timbul keinginan yang lain atau menambah apa yang telah tercapai. Dan setiap orang tidak ingin mengalami kesulitan, tetapi setiap orang akan berusaha dalam setiap langkah untuk mendapatkan  kemudahan. Kemudahan itu didapatkan antara lain dengan penerapan perkembangan ilmu pengetahuan alam dan teknologi. Misalnya antara lain:
1.   Dengan teknik modern, dari teknik mengendalikan aliran air sungai, petani mendapatkan kemudahan dalam memperoleh air. Bendungan dapat dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik. Alat rumah tangga elektronik mempermudah ibu-ibu rumah tangga dalam melaksanakan tugasnya.
2.   Dengan teknik modern dapat dibuat bermacam-macam media pendidikan, seperti OHP, slide, film setrip, TV, dan lain-lain. Yang dapat mempermudah pendidik dalam melaksanakan tugasnya.
Pengetahuan dan teknologi memungkinkan terjadinya perkembangan keterampilan dan kecerdasan manusia. Hal ini karena dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan:
1.        Tersedianya sarana dan prasarana penunjang kegiatan ilmiah
2.        Meningkatkannya kemakmuran materi dan kesehatan masyarakatnya.



2.IPTEK dan Nilai
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bergerak sangat cepat, sehingga perlu ditanggapi dan dipersiapkan dalam menghadapinya sesuai dengan kebutuhan pembangunan. Dalam menghadapi IPTEK masyarakat Indonesia harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan memanfaatkannya.
Dalam menghadapi era teknologi modern dan industrialisasi, maka dituntut adanya keahlian untuk menggunakan, mengelola dan senantiasa menyesuaikan dengan teknologi-teknologi dan ilmu pengetahuan yang baru. Selain itu sikap mental dan nilai hidup yang harus mengarah terhadap nilai tersebut.
Kesadaran yang timbul di Negara Barat mengenai akibat-akibat yang ditimbulkan teknologi memang dapat dimegerti. Mereka mulai mempersoalkan nilai-nilai yang dipakai oleh masyarakat di Negara berkembang sebaiknya dapat dimanfaatkan. Oleh karena itu perlu sekali Negara berkembang mempercepat proses pemindahan teknologi. Hal itu hanya dapat berjalan jika Negara tersebut masyarakatnya telah dapat memanfaatkan teknologi yang dikembangkan di Negara maju dan dipakai oleh Negara yang sedang berkembang.
Namun di balik lain baik di Negara maju maupun Negara berkembang, akan merasa bahwa teknologi hanya menghabiskan sumber-sumber daya alam, pembawa polusi atau pencemaran dan mengakibatkan terjadinya pengangguran.
Teknologi dapat membawa bencana, sebaliknya juga telah terbukti bahwa bagi mereka yang dapat memanfaatkannya, teknologi tersebur dapat menolong mereka dalam meningkatkan kesejahteraan hidupnya.
Teknologi mempunyai dua komponen utama, yaitu :
·         Hardware aspect, meliputi peralatan yang memberikan bentuk pola teknologi sebagai objek fisikal atau material
·         Software aspect, meliputi sumber informasi yang memberikan penjelasan mengenai hal-hal peralatan fisik atau material tersebut.

3.      Manfaat Teknologi Bagi Kehidupan Manusia
Hasil teknologi telah merasuk dalam kehidupan kebanyakan sehari-hari sedemikian rupa, sehingga orang menganggapnya sebagai suatu yang lumrah. Orang tidak lagi mempertanyakan bagaimana suatu alat pertama kali diketemukan dan bagaimana alat tersebut sampai dapat bekerja demikian.
Jika dahulu orang harus menempuh jarak antara Jakarta – London dalam waktu beberapa tahun, kini dapat ditempuh dalam waktu 20 jam saja. Seorang anak Jakarta dapat berbicara langsung dengan ayahnya yang berada di Hongkong dengan hanya mengangkat gagang telepon dan membayar beberapa ribu rupiah. Orang masa kini dapat mendengarkan kembali suara orang-orang yang telah lama menginggal dunia. Dengan menggunakan compute, orang akan dapat mengerjakan/mengoreksi suatu pekerjaan secara cepat dan tepat. Manusia kini dapat potret-potret permukaan planet Mars dan Venus dan menjelajahi antariksa. Di bidang energy, manusia telah dapat memecahkan masalah dengan memanfaatkan sinar matahari untuk membangkitkan tenaga listrik secara langsung, dan masih banyak lagi contoh yang lain. Misalnya :
·         Dengan telah diketemukan alat komunikasi telepon orang dapat mudah berkomunikasi dengan orang lain walaupun jaraknya sangat jauh.
·         Adanya alat-alat transportasi yang lebih canggih, maka orang akan lebih cepat dan lebih cepat dan lebih aman dalam perjalanan jarak jauh, juga orang telah dapat mempelajari antariksa.
·         Dengan menggunakan computer, orang akan dapat mengerjakan, mengoreksi suatu pekerjaan secara cepat dan tepat.
Lebih dari itu, teknologi membawakan pemerataan. Misalnya bila zaman dahulu hanya orang-orang tertentu saja yang dapat menikmati hasil karya seniman music terkenal, kini dapat dikatakan semua orang dapat menikmatinya dimana pun dia berada. Berkat kemajuan dalam bidang percetakan, maka lebih banyak orang yang dapat membaca buku atau karangan-karangan bermutu.
     Tetapi harus diingat bahwa semua itu tidak diperoleh dengan begitu saja tanpa pengorbanan. “Prof. Dr. Habibi, Menteri Negara Riset dan Teknologi Indonesia, pernah berkata (1980) bahwa teknologi selalu bersifat ambivalen, di samping segi positif ia memperlihatkan pula segi-segi negative”. Oleh karena itu selain kita bersedia menerima keuntungan yang tak terhingga dengan adanya hasil-hasilnya teknologi, maka kita juga harus mempersiapkan diri untuk menerima akibat yang negatif.
4.      Perkembangan IPTEK Terhadap Kehidupan Manusia
Setelah teknologi menempuh perkembangan amat pesat masa lalu hingga menyilaukan mata manusia, kini benar-benar orang mulai mempersoalkan akibat-akibat yang dibawa teknologi pada peradaban manusia sebagai keseluruhan, baik benturan teknologi terhadap nilai-nilai kemanusian, akibat-akibat fisik maupun benturannya terhadap tata lingkungan sebagai keseluruhan.
Melihat kecenderungan dari perkembangan berbagai tahap yang dialaminya, jelas bahwa teknologi menjadi harapan jika dituruti suatu haluan yang terarah pada usaha meningkatkan mutu kehidupan manusia, yakni usaha untuk mencukupi :
·      Bahan pangan, pekerjaan bagi penduduk dunia
·      Bahan mentah dan energy bagi penduduk dunia disertai usaha menekan pemborosan
·      Usaha untuk memberikan tempat bermukim yang layak bagi manusia (ini berarti memelihara kelestarian lingkungan).
Pada hakekatnya hal tersebut tidak lain daripada menempatkan teknologi dalam fungsi sosial yang wajar. Apabila hal ini bisa dilakukan, teknologi dapat memberikan harapan yang cerah, oleh karena itu teknologi harus dapat merintis jalan kea rah pengadaan pangan, sandang dan penyediaan pemukiman manusia tanpa merusak tata lingkungan.
Berikut ini akan di jelaskan mengenai pengaruh perkembangan IPTEK terhadap beberapa pola kemasyarakatan.
·      Pengaruh Perkembangan IPTEK terhadap pola kemasyarakatan alienasi.
Alienasi (keterasingan manusia) adalah suatu kondisi psikologi seorang individu yang dinafasi oleh kesadaran semua (tentang misteri keabadian termasuk Tuhan), keberadaan dan dirinya sendiri sebagai individu serta komunitas. Perkembangan IPTEK yang semakin pesat dan cenderung meniru budaya barat bisa jadi menciptakan sebuah alienasi budaya. Orang merasa asing dengan budayanya sendiri. Kaum muda tidak lagi at home dengan kebudayaan yang telah membentuk identitas sosialnya.
Kemajuan-kemajuan memuingkinkan banyaknya pilihan (multiple options) dan membuka kesempatan tumbuhnya materialisme dengan luar biasa. Tuntutan hidup begitu tinggi. Kemakmuran yang dicapai tidak terkendali, gaya hidup menjadi konsumtif dan hedonistic. Manusia pribadi yang menjadi begitu sibuk untuk mempertahankan hidup menyuburkan sosok individualistic. Kaya dan sukses dari segi materi jadi satu-satunya tujuan hidup. Persaingan demikian ketat, sehingga penghargaan manusia terhadap waktu mencapai titik tertinggi dibandingkan masa sebelumnya. Yang tersisa hanya wajah kehidupan tidak manusiawi dimana bahaya masa depan ialah manusia menjadi robot karena terjadi alienasi diri.
Perkembangan teknologi yang melanda hidup manusia harus dikuasai pemanfaatannya. Jangan sampai perkembangan media menjadikan manusia sebagai objek, menyeret dan memaksanya pada model kehidupan yang menyimpang.

·      Pengaruh perkembangan IPTEK terhadap pola kemasyarakatan heteronomy.
Heteronomy adalah prinsip pembiaran sesuatu selain hokum moral untuk menentukan apa yang mesti dilakukan. Ini menganti kebebasan dengan sesuatu diluar akal praktis, semisal kesukaan. Tindakan isi sendiri nonmoral (bukan bermoral ataupin immoral) namun bisa immoral jika itu membuat orang tidak melakukan kewajibannya. Contoh Heteronomi adalah : anak merasa yang benar adalah patuh pada peraturan dan harus mentaati kekuasaan.
Dalam masayarakat dengan teknologi maju cukup banyak contoh yang menunjukkan betapa Heteromi bisa mengakibatkan munculnya berbagai perwujudan perilaku menyimpang, bahkan sifat extreme yang bisa berakibat pertentangan antar-lapisan dan antr-golongan dalam masyarakat. Beberapa perilaku menyimpang itu bisa berwujud pelarian untuk menghindar dari pengaruh budaya baru, mungkin berupa pencemoohan sambil memperkenalkan sumber nilai lain sebagai alternative (misalnya mistik, metafisik).
Kemajuan teknologi yang serba praktis serta budaya asing yang berpengaruh dominan terhadap satuan budaya asli bisa membangkitkan kesan sebagai model untuk ditiru. Kecenderungan untuk meniru itu dalam kelanjutannya bisa terpantul melalui perkembangan gaya hidup (Lifestyle) yang dianngap superior dibandingkan dengan gaya hidup lama. Berkembangnya gaya hidup baru itu dapat menimbulkan kondisi sosial yang ditandai oleh heteronomy, yaitu berlakunya berbagai norma acuan perilaku dalam masyarakat yang bersangkutan. Perubahan gaya hidup yang ditiru dan budaya asing bisa berkelanjutan dengan timbulnya gejala keterasingan dan kebudayaan sendiri (cultural alternation).

·           Pengaruh Perkembangan IPTEK Terhadap Pola Kemasyarakatan Hegemoni
Hegemoni adalah dominasi oleh suatu kelompok terhadap kelompok lainnya dengan atau tanpa ancaman kekerasan, sehingga ide-ide yang didiktekan oleh kelompok dominan terhadap kelompok yang didominasi diterima sebagai sesuatu yang wajar atau common sense. Jika dilihat sebagai strategi, maka konsep hegemoni bukanlah strategi eksklusif milik penguasa. Sebagai contoh, adalah kekuasaan dollar Amerika terhadap ekonomi global. Kebanyakan tarnsaksi global dilakukan dengan dollar Amerika.
Hegemoni juga terjadi di dunia sastra Indonesia dimana media massa seperti Koran sangat membatasi dan hanya memuat karya-karya ataupun tulisan dari pengirim yang dianggap layak dimuat dan sesuai dengan kesusasteraan Indonesia. Salah satu manfaat dari teknologi adalah kelahiran sastrawan cyber Indonesia tentu saja tak dapat dilepaskan dari kemunculan internet telah menciptakan ruang-ruang alternative baru di luar dunia media massa cetak yang ada. Revolusi ini sendiri sangat demokratis sifatnya, siapa saja dapat menggunakannya. Ruang-ruang alternative baru yang tercipta karena internet telah memungkinkan para penggunanya tidak berhenti menjadi pemakai yang pasif, seperti ketika seorang pembaca membaca Koran, tapi sekaligus juga pencipta “ message” pada ruang-runag tersebut.



·           Pengaruh Perkembangan IPTEK Terhadap POla Kemasyarakatan Hedonisme
Hedonisme adalah pandangan hidup yang menganggap bahwa kesenangan dan kenikmatan materi adalah tujuan utama hidup. Bagi para penganut agama ini, bersenang-senang, pesta pora dan rekreasi merupakan tujuan hidup utama, entah itu menyenangkan bagi orang lain atau tidak. Mereka beranggapan hidup ini hanya satu kali sehingga mereka merasa ingin hidup sepuas-puasnya. Di dalam lingkungan penagnut faham ini, hidup dijalani sebebas-bebasnya demi memenuhi hawa nafsu yang tanpa batas. Pandangan mereka terangkum dalam pandangan espikuris yang menyatakan “Bergembiralah engkau hari ini, puaskanlah nafsumu karena besok engkau akan mati”.
Globalisasi yang di dorong oleh kemajuan di bidang iptek, telah member pengaruh yang amat besar pada setiap sendi-sendi kehidupan umat manusia di seluruh penjuru jagat raya. Sebuah lompatan perubahan zaman yang tak dapat dihentikan. Ia menrjang laksana gelombang pasang dan menarik siapa saja ke dalam pusarannya. Persoalannya, akankah ini membawa umat manusia kepada sebuah peradaban baru, atau masalah sebaliknya mendorong pada titik nadir peradaban. Perlahan namun pasti, perubahan radikal tatanan budaya local, maupun tata nilai sosial yang dianut tengah terjadi.
Dan salah satu sisi gelap gelombang perubahan zaman adalah sikap dan perilaku manusia yang semakin mendewakan materi dan terperangkap dalam pusaran kehidupan bendawi. Inilah yang disebut budaya hedonisme dimana kesenangan dan kenikmatan materi menjadi tujuan utama.
Dalam masalah pemanfaatn iptek, barat sangat pragmatis-materialitis, artinya hanya mencari keuntungan materi dan kesenangan duniawi semata. Bacon berpendapat bahwa iptek harus digunakan untuk memperkuat kemampuan manusia di bumi, iptek hanya berarti bila Nampak dalam kekuasaan manusia ; iptek manusia adalah kekuasaan manusia. Pendekatan pragmatis materialis ini telah menyebabkan iptek dikembangkan untuk memenuhi kesenangan-kesengan materi (hedonis-materialistis) dan mengorbankan alam semesta. Menjamunya produk-produk mainan (game) yang melampaui kebutuhan merupakan bukti pemenuhan hedonism tersebut.

C.      Perkembangan Iptek Dalam Pembangunan Dan Lingkungan
Perkembangan IPTEK telah membawa kemajuan dan kemudahan serta perubahan pada kehidupan manusia. Berbagai manfaatnya dapat terasa pada era sekarang ini dimana semua perlahan beralih dari sesuatu yang sederhana menjadi sesuatu yang lebih modern.

Pengembangan IPTEK dalam Pertimbangan Nilai Etis dan Religious
Mengembangkan nilai-nilai dan budaya iptek pada dasarnya adalah melakukan tranformasi dari masyarakat berbudaya tardisional menjadi masyarakat yang berpikir analitsi kritis dan berketerampilan iptek dengan tetap menjunjung tinggi/memelihara nilai-nilai agama, keimanan, dan ketaqwaan terhadap Tuhan YME, serta nilai-nilai luhur budaya bangsa.
Manusia sebagai makhluk yang berakal budi tidak henti-hentinya mengembangkan pengetahuaanya. Akibatnya teknologi berkembang sangat cepat dan tidak terbendung seperti tampak dalam teknologi persenjataan, computer informasi, kedokteran, biologi, dan pangan. Kemajuan teknologi tersebut bila tidak disertai dengan nilai etika akan menghancurkan hidup manusia sendiriseperti terbukti dengan perang Irak, pemanasan global, daya tahan manusia yang semakin rendah, kemiskinan sebagian penduduk dunia, makin cepat habisnya sumber alam, rusaknya ekologi, dan ketidak adilan. Pertanyaan yng secara etis dan kritis yang ahrus diajukan adalah, apakah teknologi yang kita kembangkan sungguh demi kebahagiaan manusia  secara menyeluruh? “Nilai Kemanusiaan” sebagai salah satu nilai etika perlu ditaati dalam mengembangkan teknologi
Memasuki abad ke 21, berarti manapaki abad global. Akibat perkembangan teknologi informasdi dan transportasi, dunia Internasional pada abad ini mengalami sebuah perubahan besar, yang dikenal dengan era global. Dalam era demikian, situasi dunia menjadi amat transparan, jendela internasional, terdapat hampir di setiap rumah. Apa yang terjadi di salah satu sudut bumi dalam waktu singkat dapat ditangkap dari berbagai belahan dunia, pintu gerbang antar Negara semakin terbuka, sekat-sekat buday semakin hilang dan ujung-ujungnya akan terbentuk apa yang disebut Jhon Neisbitt sebagai Gaya Hidup Global.
Abad ini ditandai dengan kemajuan sains dan teknologi yang sangat pesat. Kemajuan itu terutama dipacu oleh kemajuan teknologi computer dan informasi sehingga zaman ini sering disebut era revolusi baru yaitu revolusi informasi. Produk dari kemajuan sains dan teknologi kian canggih dan bermutu. Hampir dalam semua bidang kehidupan kita dapat menikmati produk teknologi modern mulai dari peralatan rumah tangga sampai dengan peralatan industry yang besar. Dengan kemajuan itu hidup manusia dipermudah, diperlancar, dan lebih sejahtera. Tetapi di sisi lain, kita melihat bahwa berbagai kemajuan tersebut juga membawa dampak negative bagi kehidupan manusia seperti lingkungan hidup yang tidak nyaman, ketidak adilan dan bahkan penghancuran kelompok manusia.
Secara umum, etika menuntut kejujuran dan dalam iptek ini berarti kejujuran ilmiah (Scientific Honesty). Mengubah, menambah, dan mengurangi data demi kepentingan tertentu termasuk dalam ketidakjujuran ilmiah. Mengubah dan menambah data denganrekaan sendiri dapat dimaksudkan agar kurvanya memperlihatkan kecenderungan yang diinginkan. Mungkin penelitinya sendiri yang menginginkan agar hasil peneltiannya sesuai dengan teori yang sudah mapan. Mungkinpenaja (sponsor) peneliti itu yang ingin menonjolkan citra produk industrinya. Mereka-reka dta semacam itu merupakan the sin of commission. Sebaliknya membuang sebagian data yang memperburuk hasil penelitian adalah the sin commission. Penghapusan data yang jelek itumungkin dimaksudkan oleh penelitinya agar analisis datanya memperlihatkan keterandalan (reability) yang lebih baik. Lebih jahat lagi kalau dosa komisi itu dilakukan untuk menyembunyikan efek samping yang negative dari produk yang diteliti. Ketidakjujuran ilmiah semacam ini pernah dilakukan peneliti yang ditaja pabrik penyedap rasa (monosodium glumate) di Thailand.
Kalau data yang dibuang itu dinilai sebagai penyimpangan dari kelompok yang sedan diteliti, dan karenanya harus ikut diolah, kejujuran ilmiah menuntut penjelasan tantang penghapusannya. Perlu juga disebutkan patokan yang dipakai untuk menentukan ambang nilai data yang harus di analisis.



Keseimbangan IPTEK Dalam Pembangunan Dan Lingkungan
Iptek dalam kehidupan manusia memanglah telah membawa perubahan yang sangat besar. Karenanya kini semua dapat terfasilitasi dengan lebih mudah dan modern. Namun walau pengaplikasiaannya mendatangkan kemajuan bagi kehidupan masyrakat tetap saja harus mempertimbangkan segala entitas yang ada dalam lingkungan diluarnya. Pengaplikasian IPTEK harus sesuai dengan peraturan yang ada dan memperhatikan segala dampak buruk yang dapat ditimbulkan bagi manusia sebagai pengaplikasinya ataupun dengan lingkungan sebagai area pengaplikasiaannya. Semua haru sberjalan dengan seimbang. Kemajuan IPTEk tetap harus diimbangi dengan pemeliharaan keseimbangan dan kelstarian lingkungan. Sesungguhnya pengembangan IPTEK yang menghasilkan kemajuan jika dibarengi dengan pemanfaatannya bagi peningkatan kelestarian dan pemeliharaan lingkungan akan lebih membawa kemaslahatan bagi kemajuan umat manusia dalam kehidupan bangsa sehingga pembangunan yang terencana pun dapat terealisasi dengan baik dan sempurna.

Peran IPTEK Dalam Bidang Ekonomi
Ekonomi adalah kebutuhan manusia, maka siapa yng dapat menguasai perekonomian, dialah yang memegang kekuasaan. Pada saat mata pencaharian utama manusia masih menyangkut soal tanah, kaum feodallah yang memegang kekuasaan. Sedangkan ketika industry  memegang peranan penting dlam ekonomi maka kaum kapitalislah yang memegang peranan utama dalam penyediaan segala kebutuhan manusia. Sekarang kaum kapitalis indutrialis telah banyak mengembangkan usahanya hingga malampaui batas negaranya yang disebut Multi Nasional  Corporation (MNC). Kadang-kadang perusahaan-perusahaan multi nasional ini di Negara-negara berkembang lkut serta menentukan politik pemerintahan. Perusahaan besar semacam itu tidak mungkin berkembang tanpa dukungan teknologi.
Walupun sebagian penduduk dunia masih hidup di bawah garis kemiskinan, namun sebagian besar sudah dapat merasakan manfaat dipergunakannya teknologi modern, karena kebutuhan hidupnya dapat dengan mudah diperoleh dengan harga yang relative lebih murah. Cara pembayarannya pun dapat dilakukan secara kredit atau tunai.

Peran IPTEK Dalam Bidang Sosial
Dengan berkembangnya industry dn kegiatan ekonomi, maka memungkinkan orang hdup dalam lapangan pekerjaan tersebut. Hal tersebut dapat dilihat dari angka-angka yang menunjukkan bahwa pekerja di pabrik atau perusahaan terus meningkat sedangkan pekerja di sector pertanian semakin menurun.
Nilai sosial juga berubah, pada masa lalu orang merasa bahwa menjadi pegawai negeri diniali lebuh tinggi status sosialnya dibandingkan dengan para pedagang atau pengusaha, sekarang menjadi pengusaha atau karyawan pabrik dianggap sebagai tenaga prodesional yang mempunyai nilai status yang tinggi.
Makin berkembangnya teknologi menyebabkan industry memproduksi barang secara missal juga meningkat. Tetatpi seringkali juga dimanfaatkan untuk kepentingan yang nagetif seperti peniruan atau pemalsuan merek dagang dan sebagainya. Kian majunya masyarakat yang dibarengi dengan peningkatan jumlah penduduk, menyebabkan manusia sering kehilangan nilai etisnya dan mudah malakukan tindakan yanh tercela dan melanggar hukum.

Peran IPTEK dalam Bidang Budaya
Budaya dapat berwujud tiga hal, yaitu idea atau gagasan, tingkah laku atau tindakan dan benda atau barang yang dihasilkan oleh manusia. Jadi budaya mempunyai pengertian yang luas.
Seperti telah diuraikan di atas, teknologi dan industry mempunyai dampak positif dan negative. Karena itu hendaknya teknologi secara efektif mampu memerangi kemiskinan, keterbelakangan, dan menjamin kemajuan bagi bangsa manusia. Manusia juga perlu sadar bahwa orang menciptakan sesuatu bukan untuk menghancurkan, melainkan untuk kesejahteraan umat.



Peran IPTEK Dalam Mendukung Pertahanan Negara
Implemantasi dlam pelaksanaan pertahanan negara tidak lepas dari aspek ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Kemajuan teknologi tetap merupakan kebutuhan yang sangat mendasar bagi pertahanan negara. Untuk mencapai kemajuan tersebut, perlu adanya suatu pemantauan secara berkelanjutan terhadap perkembangan teknologi pertahanan dari seluruh dunia dan meningkatkan kemampuan teknologi pertahahanan sesuai dengan tuntutan kebutuhan yang ada. Salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi adalah adanya tuntutan untuk selalu meningkatkan bargaining power di segala bidang dalam era globalisasi ini karena negara-negara yang tidak menguasai atau bahkan tidak menerapkan kemajuan teknologi, akan tertindas atau terdikte oleh negara lain yang lebih menguasai teknologi. Untuk mengurangi ketergantungan terhadap pihak luar dalam teknologi pertahanan maka diperlukan suatu penanganan yang serius terhadap kemajuan teknologi tersebut dan diharapkan pada keberagaman teknologi yang telah berkembang, diperlukan sumber daya manusia (SDM) yang dapat expert dan profesional di bidang iptek sehingga dapat meningkatkan kinerja sesuai kepentingan pertahanan saat ini dan yang akan datang.
Pertahanan negara pada hakekatnya merupakan upaya untuk mengatasi ancaman yang berasal dari luar maupun dalm negeri. Dengan kata lain yakni untuk melindungi kepentingan nasional dan mendukung pencapaian pembangunan nasional. Ilmu pengetahuan dan teknologi untuk mendukung pertahanan negara diartikan sebagai penerapan berbagai displin ilmu pengetahuan untuk menghasilkan produk teknologi yang berupa alat atau peralatan untuk mendukung dan penyaiapan kekuatan pertahanan negara.
Dilihat dari perspektif pembangunan nasional yang mensyaratkan adanya kesimbangan yang harmonis antara aspek security dan prosperity nasional, maka dukungan iptek dalam upaya pertahanan negara mutlak diperluaskan, dapat diartikan bahwa iptek merupalan faktor pengganda kekuatan (force multiplier) kaitannya dengan peningkatan aspek-aspek antara lain efektivitas sista, mobilitas dan sebagainya. Walau sampai saat ini belum sampai pada tahap pembuatan sista secara mandiri, namun dalam rangka mewujudkan kesiapan operasional sista yang dimiliki memerlukan penguasaan iptek. Secara makro dapat dikemukakan bahwa peran iptek yang menonjol dalam pembangunan pertahanan nasional antara lain adalah dapat memacu terwujudnya kemampuan dalam memenuhi kebutuhan peralatan pertahanan secara mandiri. Khususnya dukungan tersedianya alat peralatan pertahanan secara berkesinambungan suku cadang dan pemeliharaan.

Peran IPTEK Dalam Lingkungan
IPTEK memegang peranan penting bagi negara-negara berkembang dalam proses peningkatan standar hidup, kesejahteraan, dan melindungi sumber daya alam dan keanekaragaman hayati. Negara-negara berkembang menghadapi berbagai tantangan jangka pendek dan jangka panjang. Perubahan penggunaan lahan melalui penggundulan hutan dan perubahan lahan pertanian akibat aktivitas sosio-ekonomi di daerah tangkapan air di hulu, telah menyebabkan terjadinya berbagai kerusakan lingkungan dan infrastruktur akibat bencana yang ditimbulkannya. Kerusakan leingkungan di daerah tangkapan air, menyebabkan kelangkaan air bersih di berbagai negara, selain bencana banjir ketika musim penghujan.
Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan mahkluk hidup (termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya) yang mempengaruhi peri-kehidupan dan kesejahteraan manusia serta mahkluk hidup lainnya. Oleh karena itu kelestarian dan keseimbangan alam perlu dipertahankan agar senantiasa memberikan daya dukung bagi kehidupan manusia ke taraf hidup yang lebib baik.
Namun yang terjadi kini malah sebaliknya, Dominasi manusia terhadap lingkungan seringkali berdampak buruk. Pembangunan dan penguasaan iptek dalam mengeksplorasi alam untuk peningkatan ekonomi seringkali melampaui batas dan sering kali mengabaikan kondisi lingkungan itu sendiri. Pada hal kemampuan sumber daya dan kemampuan alam untuk mengiliminasi zat pencemar adalah terbatas. Apalagi saat ini, krisis yang melanda negeri ini menyebabkan kehidupan lebih memburuk.
Belum optimalnya peran iptek dalam mengtasi degradasi fungsi lingkungan hidup. Kemajuan iptek berakibat pula pada munculnya permasalahan lingkungan. Hal tersebut antara lain disebabkan oleh belum berkembangnya sistem manajemen dan teknologi pelestarian fungsi lingkungan hidup. Sistem tersebut akan mendorong pengembangan dan pemanfaatan iptek yang bernilai ekonomis, ramah lingkungan dan mempertimbangkan nilai-nilai sosial budaya masyarakat setempat.
Sektor lingkungan hidup merupakan isu penting di dunia saat ini. Secara garis besar, pemanfaatan iptek harus sejauh mungkin ramah lingkungan. Komitmen pemerintah terhadap lingkungan hidup juga sudah lumayan tinggi. Salah satu buktinya, sudah ada Kementerian Negara Lingkungan Hidup yang khusus mengurusi hal itu pada pemerintahan yang ada saat ini.

Peran IPTEK Untuk Meningkatkan Kesejahteraan
            Tuntutan terhadap pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) saat ini semakin mengenuka. IPTEK dituntut mampu mencari berbagai alternatif pemecahan masalah yang ada ditengah-tengah masyarakat dengan mengembangkan perilaku kritis, obyektif dan rasional sehingga bisa mengetahui kebutuhan riil yang dirasakan oleh masyarakat secara langsung.
            IPTEK bukanlah suatu system tersendiri yang hanya berada diruang penelitian dan laboratorium dalma sebuah menara gading yang terpisah dari masyarakat sekitarnya. Pada akhirnya IPTEK harus mampu menjadi suluh penerang dan pedoman bagi seluruh warga masyarakat untuk bisa membawanya ke Indonesia yang gemilang. Dengan memperhatikan perkembangan dan kemajuan zaman dengan sendirinya pemanfaatan dan penguasaan IPTEK mutlak diperlukan untuk mencapai kesejahteraan bangsa.
            Peran iptek dalam membangun peradaban suatu bangsa telah lama diakui secara universal, pengalaman berbagai negara menunjukkan secara jelas bahwa iptek menduduki peran sentral bagi pertumbuhan dan bai memperkokoh daya saing utama pada arena persaingan global.
            Sebagai contoh Peran IPTEK untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah sebagai berikut :
a.        Penyediaan pangan
Perkembangan IPTEK dalam bidang pangan dimungkinkan karena adanya pendidikan, penelitian dan pengembangan di bidang pertanian terutama dalam peningkatan produktivitas melalui penerapan varitas unggul, pemupukan, pemberantasan hama dan penyakit, pola tanaman dan pengairan. Namun di sisi lain perkembangan tersebut berdampak fatal, misalnya saja penggunaan pestisida dalam pemberantasan hama ternyata dapat menyebabkan penyakit dalam tubuh manusia.
b.      Penyediaan Sandang
·      Pada awalnya bahan sandang dihasilkan dari serat alam seperti kapas, sutra, woll dan lain-lain.
·      Perkembangan teknologi matrial polimer menghasilkan berbagai serat sintesis sebagai bahan sandang seperti rayon, polyester, nilon, dakron, tetoron dan sebagainya.
·      Kulit sintetik juga dapat dibuat dari polimer termoplastik sebagai bahan sepatu, tas dan lain-lain
·      Teknologi pewarnaan juga berkembang seperti penggunaan zat azo dan sebagainya.
c.       Penyediaan Papan
·      Teknologi papan bersangkut paut dengan penyediaan lahan dan bidang perencanaan seperti city planning, kota satelit, kawasan pemukiman dan sebagainya yang berkaitan dengan perkembangan penduduk.
·      Awalnya bahan pokok untuk papan adalah kayu selanjutnya dikembangkan teknologi matrial untuk mengatasi kekurangan kayu.
·      Untuk mengatasi kekurangan akan lahan dikembangkan teknologi gedung bertingkat, pembentukan pulau-pulau baru, bahkan menutup kemungkinan pemukiman ruang angkasa.
d.      Peningkatan Kesehatan
·      Perkembangan ilmu kedikteran seperti : Ilmu bedah dan lain-lain
·      Penemuan alat-alat kedokteran seperti :Stetoskup, USG dan lain-lain
·      Penemuan obat-obatan seperti anti biotic, vaksin dan lain-lain
·      Penemuan radio aktif untuk mendeteksi penyakit secara tepat seperti tumor dan lain-lain
·      Penelitian tentang kuman-kuman penyakit dan lain-lain.

e.    Penyediaan Energi
·      Kebutuhan akan energi
·      Sumber-sumber energy
·      Sumber energi konversional tak dapat diperbaharui
·      Sumber energi pengganti yang tak habis pakai
·      Konversi energi dari satu bentuk kebentuk yang lain

Peran IPTEK Dalam Era Globalisasi
            Perbedaan utama antara Negara maju dan Negara berkembang adalah kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kemajuan yang pesat di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi di Negara-negara maju karena didukung oleh system informasi yang mapan. Sebaliknya, system informasi yang lemah di Negara-negara berkembang mengakibatkan keterbelakangan dalam penguasaan, ilmu pengetahuan, dan teknologi. Jadi jelaslah bahwa maju atau tidaknya suatu Negara sangat di tentukan oleh penguasaan terhadap informasi, karena informasi merupakan modal utama dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang menjadi senyata pokok untuk membangun Negara. Sehingga apabila satu Negara ingin maju dan tetap eksis dalam persaingan global, maka Negara tersebut harus menguasai informasi.
            Di era globalisasi dan informasi ini penguasaan terhadap informasi tidak cukup hanya sekedar menguasai, diperlukan kecepatan dan ketepatan. Sebab hampir tidak ada guna menguasai informasi yang telah using, padahal perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat cepat mengakibatkan usia informasi menjadi sangat pendek, dengan kata lain, informasi lama akan diabaikan dengan adanya informasi yang lebih baru.

C. MANUSIA SEBAGAI SUBJEK DAN OBJEK IPTEK
Berkat kemajuan ilmu dan teknologi manusia dapat menciptakan alat-alat serta perlengkapan yang canggih untuk berbagai kegiatan. Sehingga dalam kegiatan kehidupannya tersedia berbagai kemudahan. Hal ini memungkinkan manusia dapat melakukan kegiatan dengan lebih efektif dan efisien. Dengan ilmu dan teknologi tumbuhlah berbagai industry yang hasilnya dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang antara lain :
1.    Dalam bidang pertanian, peternakan dan perikanan.
·      Mampu menciptakan alat pertanian yang maju seperti traktor, alat pemotong, dan penanam, alat pengolah hasil pertanian, dan alat penyemprot hama. Dengan alat-alat tersebut diharapkan manusia dapat menggunakan waktu dan tenaga lebih efektif dan efisien.
·      Produksi pupuk buatan dapat membantu menyburkan tanah, demikian juga dengan produksi pestisida dapat memungkinkan pemberantasan hama lbih berhasil, sehingga produksi pangan dapat ditingkatkan.
·      Teknik-teknik pemuliaan dapat meningkatkan produksi pangan. Dengan teknik pemuliaan yang semakin canggih dapat ditemukan bibit unggul seperti jenis padi VUTW (Varietas Unggul tahan wereng) kelapa hibrida, ayam ras, ayam broiler, sapi perah, dan bermacam-macam jenis unggul lainnya.
·      Teknik mutasi buatan dapat menghasilkan buah-buahan yang besar serta tidak berbiji.
·      Teknologi pengolahan pascaa panen, seperti penggelengan ikan, buah-buahan, daging, dan teknik pengolahan lainnya.
·      Budi daya hewan dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan manusia.

2.    Dalam Bidang Kedokteran Dan Kesehatan
Dengan hasilnya manusia menciptakan alat-alat operasi mutakhir, bermacam-macam obat, penggunaan benda radioaktif untuk pengobatan dan mendiagnosis berbagai penyakit. Sehingga berbagai penyakit dapat dengan segera disembuhkan. Dan dapat menurunkan angka kematian dan mortalitas. Contoh obat yang mengandung unsure radioaktif adalah isoniazid yang mengandung c radioaktif. Sangat efeektif menyembuhkan penyakit TBC.



3.    Dalam bidang Telakomunikasi
Manusia telah membuta televise, radio, telepon yang dapat digunakan untuk berkomunikasi dengan cepat dalam waktu yang singkat. Manusia dapet memperoleh informasi dari daaerah yang sangat jauh, sehingga penggunaan waktu sangat efisien.
4.    Dalam bidang Pertahanan dan Keamanan
Manusia telah mampu menciptakan alat atau persenjataan yang sangat canggih, sehingga dapat mempertahankan keamanan wilayahnya dengan baik. Sayangnya senjata itu digunakan secara semena-mena.

D.  DAMPAK PENYALAHGUNAAN IPTEK BAGI KEHIDUPAN
Permasalahan yang timbul akibat adanya kemajuan teknologi adalah adanya dampak-dampak negative yang disebabkan oleh kemajuan teknologi tersebut di antaranya :
1.      Nuklir
Meledaknya bom di Hiroshima dan Nagasaki mengakhiri perang dunia ke II. Akhirnya perang untuk menghentikan kekejaman, penghancuran, dan perusakan. Pada waktu itu banyak korban berjatuhan, tetatpi kejadian tidak berhenti disitu, karena radiasi akibat senjata nuklir masih dapat dirasakan sampai sekarang. Penyebabnya adalah debu-debu radioaktif yang berasal dari bom nuklir serta reactor-reactor atom. Bahaya yang ditimbulkan adalah radiasi oleh sinar alpha, beta, dan gamma, serta partikel neutron lainnya hasil pembelahan inti. Efek yang ditimbulkan oleh radioaktif adalah terjadinya perubahan struktur zat serta pola reaksi kimianya. Sehingga merusak sel tubuh, bila hal ini terjadi maka gen akan menyebabkan terjadinya muatsi gen yang berakibat kanker.
2.      Polusi
Adanya polusi atau polutan dapat merusak lingkungan. Timbulnya pencemaran tentu erat kaitannya atau disebabkan oleh berbagai aktivitas manusia antara lain :
-          Kegiatan-kegiatan industry, dlam bentuk limbah, zat-zat buangan berbahaya seperti logam berat, zat radioaktif, air buangan panas, juga dalam bentuk kepulan asap, kebisingan suara..
-          Kegiatan pertambangan, berupa terjadinya kerusakan intalasi, kebocaoran, pencemaran buangan penambangan, pencemaran udara, rusaknya lahan akibat pertambangan.
-          Kegiatan tranportasi, berupa kepulan asap, naiknya suhu udara kota, kebisingan dari kendaraan, tunpahan bahan bakar minyak,bumi adri kapal tanker.
-          Kegiatan pertanian, terutama akibat dari residu pemakaian zat-zat kimia yang memberantas hama seperti insektidida, pestisida, herbisida, demikian pila denganpupik organic.

Suatu zat dikatakan poluta apabila :
-          Kadarnya melebih batas normal
-          Berada pada tempat yang tidak semestinya.
-          Berada pada waktu yang tidak tepat.
Sifat-sifat polutan antara lain ;
-          Merusak untuk sementara, dan setelah bereaksi dengan zat lingkungannya tidak merusak lagi.
-          Merusak setealah jangka waktu tertentu.
Bencana polusi dapat dibagi menjadi 4, yaitu :
-          Yang langsung menggangu kesehatran manusia.
-          Efek tak langsung pada manusia.
-          Efek langsung yang mengancam kualitas hidup manusia.
-          Efek tak langsung terhadap masyarakat.
Pencemaran lingkungan dapat berupa :
1.      Pencemaran air tanah
2.      Pencemaran udara
3.      Pencemaran suara
4.      Pencemaran benda-benda radioaktif

a.      Pencemaran air tanah
-          Zat kimia seperti limbah industry, pupuk buatan, dan detergen, dapat berakibat buruk terhadap tanaman dan  tumbuhan serta organisme lainnya.
-          Sampah plastic tidak dapat hancur, sehingga menurunkan porositas tanah.
-          Zat-zat limbah industry
-          Berbagai sampah organi yang dibuang ke sungai, kolam atau parit akan mengalami penbusukan. Untuk proses ini bakteri pembusuk memerlukan banyakk oksigen.
-          Terjadinya pembusukan yang berlebihan di perairan akan menyebabkan terjadinya penimbunan senyawa.
-          DDT merupakan insektisida yang dahulu banyak digunakan petani untuk membrantas hama tanaman dan serangga penyebar penyakit lainnya.
Sifat-sifat DDT :
-          Bila masuk kedalam tubuh organisme tidak dapat diuraikan kagi.
-          Larut dalam lemak dan dapat berpindah ke orhanisme lainnya melalui aliran materi lainnya dalam rantai makanan.
-          Dapat merusak jaringan.
-          Bila masuk ke tubuh dapat menghambat proses pengapuan cangkang telur.
-          Dapat menimbulkna kelelahan dan kejang-kejang otot.
b.      Pencemaran Udara
pencemaran udara terutama disebabkan oleh pembakaran bahan bakar yang tidak sempurna daari pabrik, minyak, batubara, dan lain sebagainya. Asap rokok juga merupakan polutan, baik bagi si perokok maupun orang yang disekitarnya.
c.       Pencemaran Suara
Penyebabnya adalah suara yang bising terus menerus. Satuan kekuatran suara adalah decibel (dB). Percakapan normal : 40 dB.
-          Keributan                                      =  80 dB
-          Suara kereta api                             =  95 dB
-          Mesin motor 5 pk                          =  105 dB
-          Petir                                               =  120 dB
-          Pesawat jet lepas landas                =  150 dB
Suara berkekuatan 80 db sudah menimbulkan gangguan. Gangguan yang timbul terutama pada system pendengaran yang selanjutnya dapat mempengaruhi system lainnya seperti :
-          Perubahan tekakan darah
-          Perubahan denyut nadi
-          Kontraksi perut, gangguan jantung, stress, dan lain-lain.
d.      Pencemaran Sosial Dan Budaya
Dengan kemajuan dalam bidang genetika dan biologi reproduksi, maka dimungkinkan rekayasa duplikasi atau mutiplikasi manusia secara seksual dengan klonasi. Tujuan klonasi dapat dirangkum seperti tersebut dibawah ini :
-          Member anak yang baik kepada pasangan yang tidak mempunyai anak.
-          Menyediakan jaringan atau organ fertus untuk transpalansi.
-          Mengganti anak yang mati muda dengan anak yang sama cirri-cirinya.
-          Sebagai bagian dari eugenetika positif dengan membuat genotipus yang dianggap unggul sebanyak-banyaknya.
-          Memperoleh sampel dengan genotipus yang sama untuk penelitian, mislanya tentang peran relative pengaruh lingkungan dan genetika pada genotipus manusia.
-          Memperoleh orang dalam jumlah banyak untuk pekerjaan yang sama dengan ciri-ciri tertentu.
Namun ada pula dampak yang kurang baik yaitu dengan Karena hal-hal tersebut diatas belum banyak yang menyetujui dan banyak yang menentaang adanya cloning tersebut. Selain itu dari segi agama pun sudah tentu bertentangan, Karena kita menentang akan kodray kita sendiri, bagaimanapun manusia sebagai makhluk ciptaannyaa tidak akan mampu menandingi sang Penciptanya. Jika wewenang cloning jatuh ke tangan dictator, ia dapat berbua macam-macam yang merugikaan species manusia dalam jangka panjang.


KESIMPULAN
Sains berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam semesta secara sistematis, dan bukan hanya kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan.
Teknologi merupakan aplikasi dari sains sebagai respon atas tuntutan manusia akan kehidupan yang lebih baik. Teknik secara umum diartikan sebagai perlengkapan dan metode membuat sesuatu. Teknologi adalah suatu cara untuk teknik memproduksi atau memproses membuat sesuatu yang lebih mengembangkan keterampilan manusia.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dapat mendatangkan kemakmuran materi. Adanya perkembangan ilmu pengetahuan alam dan teknologi menimbulkan cabang ilmu pengetahuan baru antara lain, teknik modern, teknologi hutan, teknologi gedung (metalurgi), teknologi transportasi dan lain-lain.
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bergerak sangat cepat, sehingga perlu ditanggapi dan dipersiapkan dalam menghadapinya sesuai dengan kebutuhan pembangunan. Dalam menghadapi IPTEK masyarakat Indonesia harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan memanfaatkannya.
Hasil teknologi telah merasuk dalam kehidupan kebanyakan sehari-hari sedemikian rupa, sehingga orang menganggapnya sebagai suatu yang lumrah. Orang tidak lagi mempertanyakan bagaimana suatu alat pertama kali diketemukan dan bagaimana alat tersebut sampai dapat bekerja demikian.








DAFTAR PUSTAKA

Abu Ahmadi. H, A. Supatmo. 1998, Ilmu Almiah Dasar. Jakarta. PT. Rineka Cipta.

Elly M. Setiadi, Et Al. 2006. Ilmu Sosial Dan Budaya Dasar. Jakarta Kencana Prenada Media Group.

Jasin Maskoeri, 2005, Ilmu Alamiah Dasar. Jakarta. PT. Raja Grafindo Persada.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar