Saturday, May 9, 2015

EKSISTENSI MANUSIA


EKSISTENSI MANUSIA

UNSUR POSITIF
Dibandingkan dengan makhluk hidup yang lain, manusia mempunyai banyak kelebihan. Inilah yang disebut sebagai unsur positif, yakni suatu potensi yang menentukan eksistensinya. Misalnya, manusia unggul dalam segi intelektual, sehingga dalam mengarungi kehidupannya, ia mempergunakan tujuan, program (rencana), dan mengambil langkah-langkah yang sistematis, guna mencapai tujuan itu. Dengan keunggulan intelektualnya pula, manusia memiliki kemampuan menanggulangi hambatan dan tantangan.

MANUSIA DAN LINGKUNGANNYA


MANUSIA DAN LINGKUNGANNYA

A.      Ilmu Lingkungan
Ilmu lingkungan mengintegrasikan pelbagai ilmu yang mempelajari hubungan antara jasad hidup (termasuk manusia) dengan lingkungan. Di dalam pelbagai disiplin ilmu seperti Sosiologi, Epidemiologi, Kesehatan Masyarakat, Planologi, Geografi Ekonomi, Meteorologi, Hidrologi, bahkan Pertanian, Kehutanan, Perikanan dan peternakan, sekaligus dipandang dalam ruang lingkup secara perspektif yang luas dan saling berkaitan. Ilmu lingkungan dapat diibaratkan sebuah poros, tempat berbagai asas dan konsep aneka ragam ilmu yang terpencar terkhususkan dapat digabungkan kembali secara tunjang menunjang, untuk mengatasi masalah yang menyangkut hubungan antara jasad hidup dan lingkungannya. Pada dasarnya fragmentasi ilmu pengetahuan (Sains) ke dalam berbagai ilmu disiplin ilmu adalah akibat studi yang terlalu menjurus dan mendalam. Penelitian ilmiah di masa lampau sering dipusatkan ke berbagai kejadian yang sangat khas, kepada penguraian berbagai situasi yang terpisah-pisah, dan kepada gejala-gejala sebab-akibat yang terisolasi satu dari yang lain. Di dlam ilmu lingkungan tekanan ditujukan terutama pada menyatukan kembali segala ilmu yang menyangkut masalah limgkungan ke dalam kategori variable yang serupa, yaitu energy, ruang, waktu dan keanekaragaman (Deversitas). Kalau integrasi keilmuan ini sudah dapat dipahami, akan nampak dengan jelas semua disiplin ilmu yang terpencar itu, menelaah proses dan masalah yang serupa.

DAKWAH


DAKWAH

1.      Dafinisi Dakwah
Pengertian dapat ditinjau dari 2 segi yaitu segi bahasa dan segi istilah. Dari segi bahasa Arab yang bermakna ajakan, seruan, panggilan, dan undangan. Sementara orang yang berdakwah bermakna orang yang mengajak, menyeru, memanggil dan mengundang orang lain.
Sedangkan menurut istilah dakwah itu adalah mengajak manusia dengan cara bijaksana kepada jalan yang benar sesuai dengan perintah Allah SWT untuk kemaslahatan dan kebahagiaan mereka di dunia dan di akhirat.

PERADABAN ISLAM PADA MASA DAULAH ABBASIYAH


PERADABAN ISLAM PADA MASA DAULAH ABBASIYAH

  I.            PENDAHULUAN
Peradaban Islam mengalami puncak kejayaan pada masa Daulah Abbasiyah. Perkembangan ilmu pengetahuan sangat maju. Kemajuan ilmu pengetahuan diawali dengan penerjemahan naskah-naskah asing terutama yang berbahasa Yunani kedalam bahasa Arab, pendirian pusat pengembangan ilmu dan perpustakaan Bait al-Hikmah, dan terbentuknya mazhab-mazhab ilmu pengetahuan dan keagamaan sebagai buah dari kebebasan berpikir. Imperium kedua di dunia islam yang menggantikan Daulah Umayyah ini muncul setelah terjadi revolusi sosial yang dipelopori oleh para keturunan Abbas yang didukung oleh golongan oposisi terhadap Daulah Umayyah seperti kaum Syi’ah, Khawarij, Qadariyah, Mawali (non Arab) dan suku Arab bagian selatan.

CABANG-CABANG ILMU HADITS



  I.            PENDAHULUAN
Ilmu hadits menurut ulama Mutaqaddimim adalah ilmu pengetahuan yang membicarakan tentang cara-cara persambungan hadits sampai kepada Rasul SAW., dari segi hal ihwal para perawinya, kedabitan, dan dari bersambung tidaknya Sanad, dan sebagainya.
Pada perkembangan selanjutnya, oleh Ulama Mutaakhirin, ilmu hadits ini di pecah menjadi dua, yaitu ilmu hadits Riwayah dan ilmu hadits Dirayah. Pengertian yang dianjurkan oleh Ulama Mutaakhirin itu sendiri, dimasukkan kedalam pengertian ilmu hadits Dirayah.

FILSAFAT AGAMA ISLAM


FILSAFAT AGAMA ISLAM

A.    Pengertian
Filsafat berasal dari kata yunani, yaitu “Phitosophia”, kata yang berangkai dari kata “Phielen”, yang berarti nien cinta, dan sophia berarti kebijaksanaan. Philosophia berarti cinta akan kebijaksanaan. Orang yang bersifat atau orang yang melakukan filsafat tersebut “Filsuf” atau “Filosof”, artinya pecinta kebijaksanan.
Pembentukan kata kata filsafat menjadi kata indonesia diambil dari kata barat fil dan safat dari kota Arab sehingga menjadi gabungan antara keduanya dan menimbulkan kata filsafat. Jadi, secara sederhana “Filsafat” adalah hasil kerjaberfikir dalam mencari hakikat segala sesuatu secara sistematis, radikal, dan universal.

Wednesday, December 21, 2011

GOLONGAN KATA, DAN JENIS KATA


GOLONGAN KATA,  DAN JENIS KATA

  I.            GOLONGAN KATA

Golongan kata terdiri dari delapan jenis:
a.       Kata Nama
b.      Kata Kerja
c.       Kata Sifat
d.      Kata Depan
e.       Kata Hubung
f.       Kata Seru
g.      Kata Tanya
h.      Kata Perintah